Twitter

Syeikh Tarbiyah - KH Rahmat Abdullah

Posted by ummu_abdullah on Thursday, May 29, 2008 , under | Komen (2)



Sosok yang amat dikagumi, menitis air mata mengenangkannya... malah muncul pula filem yang mengisahkannya...

Langit di Ibukota hari itu, Rabu (15/6), seperti tak bisa menahan kesedihannya. Hujan deras mengucur bak mengiringi pemakaman seorang tokoh nasional. Rahmat Abdullah sebenarnya “kiai dari kampung Betawi” biasa, tapi pengaruhnya sungguh luar biasa. Namanya tidak cukup populer di media massa, sebab ketokohannya bukan virtual. Ketokohan yang kongkrit terlihat dari puluhan ribu kaum muda yang mengantarkan kepergiannya.

Cuma, saya tersentak ketika menyadari bahwa Ustaz Rahmat meninggal dunia dalam usia yang tergolong “muda” untuk politisi kita, yakni 52 tahun (lahir 1953). Rambut kepala dan jenggot yang sudah memutih ternyata tidak menggambarkan umur yang sebenarnya. Ada fenomena yang khas di kalangan politisi PK Sejahtera, mereka dipandang terlalu serius dan moralis dalam berpolitik. Akibatnya raut wajah mereka kebanyakan lebih tua dari usia di KTP-nya. Semoga ini tanda dari kematangan berpolitik, dan bukan beratnya tekanan publik. Sebab, negeri ini masih memerlukan energi dan stamina politik yang prima untuk menyelesaikan
bengkalai krisis multidimensi

Doa yang pernah dilantunkan oleh beliau...

Ya ALLAH,
berikan taqwa kepada jiwa-jiwa kami dan sucikan dia.
Engkaulah sebaik-baik yang, mensucikannya.
Engkau pencipta dan pelindungnya
Ya ALLAH,
perbaiki hubungan antar kami
Rukunkan antar hati kami
Tunjuki kami jalan keselamatan
Selamatkan kami dari kegelapan kepada terang
Jadikan kumpulan kami jama'ah orang muda yang menghormati orang tua
Dan jama'ah orang tua yang menyayangi orang muda
Jangan Engkau tanamkan di hati kami kesombongan dan kekasaran terhadap sesama hamba beriman
Bersihkan hati kami dari benih-benih perpecahan, pengkhianatan dan kedengkian
Ya ALLAH,
wahai yang memudahkan segala yang sukar
Wahai yang menyambung segala yang patah
Wahai yang menemani semua yang tersendiri
Wahai pengaman segala yang takut
Wahai penguat segala yang lemah
Mudah bagimu memudahkan segala yang susah
Wahai yang tiada memerlukan penjelasan dan penafsiran
Hajat kami kepada-Mu amatlah banyak
Engkau Maha Tahu dan melihatnya
Ya ALLAH, kami takut kepada-Mu
Selamatkan kami dari semua yang tak takut kepada-Mu
Jaga kami dengan Mata-Mu yang tiada tidur
Lindungi kami dengan perlindungan-Mu yang tak tertembus
Kasihi kami dengan kudrat kuasa-Mu atas kami
angan binasakan kami,
karena Engkaulah harapan kami
usuh-musuh kami dan semua yang ingin mencelakai kami
Tak akan sampai kepada kami, langsung atau dengan perantara
Tiada kemampuan pada mereka untuk menyampaikan bencana kepada kami
"ALLAH sebaik baik pemelihara dan Ia paling kasih dari segala kasih"
Ya ALLAH, kami hamba-hamba-Mu, anak-anak hamba-Mu
Ubun-ubun kami dalam genggaman Tangan-Mu
Berlaku pasti atas kami hukum-Mu
Adil pasti atas kami keputusan-Mu
Ya ALLAH,
kami memohon kepada-Mu
Dengan semua nama yang jadi milik-Mu
Yang dengan nama itu
Engkau namai diri-Mu
Atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu
Atau Engkau ajarkan kepada seorang hamba-Mu
Atau Engkau simpan dalam rahasia
Maha Tahu-Mu akan segala ghaib
Kami memohon-Mu agar Engkau menjadikan Al Qur'an yang agung
Sebagai musim bunga hati kami Cahaya hati kami Pelipur sedih dan duka kami
Pencerah mata kami
Ya ALLAH, yang menyelamatkan Nuh dari taufan yang menenggelamkan dunia
Ya ALLAH, yang menyelamatkan Ibrahim dari api kobaran yang marak menyala
Ya ALLAH, yang menyelamatkan Musa dari kejahatan Fir'aun dan laut yang mengancam nyawa
Ya ALLAH, yang menyelamatkan Isa dari Salib dan pembunuhan oleh kafir durjana
Ya ALLAH, yang menyelamatkan Muhammad alaihimusshalatu wassalam dari kafir Quraisy durjana, Yahudi pendusta, munafik khianat, pasukan sekutu Ahzab angkara murka
Ya ALLAH, yang menyelamatkan Yunus dari gelap lautan, malam, dan perut ikan
Ya ALLAH, yang mendengar rintihan hamba lemah teraniaya
Yang menyambut si pendosa apabila kembali dengan taubatnya
Yang mengijabah hamba dalam bahaya dan melenyapkan prahara
Ya ALLAH, begitu pekat gelap keangkuhan, kerakusan dan dosa
Begitu dahsyat badai kedzaliman dan kebencian menenggelamkan dunia
Pengap kehidupan ini oleh kesombongan si durhaka yang membuat-Mu murka
Sementara kami lemah dan hina, berdosa dan tak berdaya
Ya ALLAH, jangan kiranya Engkau cegahkan kami dari kebaikan yang ada pada-Mu karena kejahatan pada diri kami
Ya ALLAH, ampunan-Mu lebih luas dari dosa-dosa kami
Dan rahmah kasih sayang-Mu lebih kami harapkan daripada amal usaha kami sendiri
Ya ALLAH, jadikan kami kebanggaan hamba dan nabi-Mu Muhammad SAW di padang mahsyar nanti
Saat para rakyat kecewa dengan para pemimpin penipu yang memimpin dengan kejahilan dan hawa nafsu
Saat para pemimpin cuci tangan dan berlari dari tanggung jawab
Berikan kami pemimpin berhati lembut bagai Nabi yang menangis dalam sujud malamnya tak henti menyebut kami, ummati ummati, ummatku ummatku
Pemimpin bagai para khalifah yang rela mengorbankan semua kekayaan demi perjuangan Yang rela berlapar-lapar agar rakyatnya sejahtera
Yang lebih takut bahaya maksiat daripada lenyapnya pangkat dan kekayaan
Ya ALLAH, dengan kasih sayang-Mu
Engkau kirimkan kepada kami da'i penyeru iman
Kepada nenek moyang kami penyembah berhala
Dari jauh mereka datang karena cinta mereka kepada da'wah
Berikan kami kesempatan dan kekuatan, keikhlasan dan kesabaran
Untuk menyambung risalah suci dan mulia ini
Kepada generasi berikut kami
Jangan jadikan kami pengkhianat yang memutuskan mata rantai kesinambungan ini
Dengan sikap malas dan enggan berda'wah
Karena takut rugi dunia dan dibenci bangsa

Kado Buat Mama (2)

Posted by ummu_abdullah on Tuesday, May 20, 2008 , under | Komen (0)



c) B.A.B dalam Celanaadus

Kondisi perilaku anak seusia ini merupakan perilaku normal dalam perkembangan anak. seorang ibu tidak perlu menyesali, apalagi sampai kecewa.:tsk:

Mama,
Seandainya kami tahu bahawa yang kami kenakan ini bukan pembalut,
mungkin kami pun akan menanggalkannya.
Seandainya kami tahu ada tempat khusus untuk buang hajat,
seandainya kami tahu bahawa buang hajat itu ada etikanya,
mungkin kami tidak buang di sembarangan tempat.nangih
Seandainya kami ini adalah mama, maka kami perlu merasa malu.

Mama,
Seandainya kami mampu sebok sendiri,
dan hasilnya bersih menurut mama,
tentu kami pun akan cebok sendiri.:sorry:


d) Kami Takut Dengan Ubat

Mama,
bila kami sering sakit, itu sangat wajar mama,
kerana kami terlahir membawa bahan penyakit,
dan dibesarkan di lingkungan yang sarat dengan penyakit,
Kami ini lemah mama,
tiada kuasa menangkal penyakit,
Kami pun tidak mampu menjelaskan sakit apa yang diderita
:sakit:
satu-satunya yang kami mampu lakukan adalah menangis dan merengek,
mama tidak usah marah,
kerana itu satu-satunya bahasa kami,
ubat yang mama berikan sangat menakutkan bagi kami mama,
penat
Lidah kami hanya menilai bahawa itu adalah racun.
Mama...!
Bukankah menjaga lebih baik dari mengubati?


e) Menangis Satu-satunya Bahasa Kami
::(

Orang tua terkadang menyalahkan anaknya yang menangis. Dia dibuat bingung untuk menanggapi dan memahami anaknya yang belum pandai berbicara. Semakin tidak memahami, semakin keras juga anak menangis. Anak pun dimaraji, dituduh tidak pandai berbicara, tidak jelas mengungkapkan kemahuannya dan lain-lain. Anak menangis semakin kuat, ibu pun semakin marah dengan menyala-nyala. Sudah tentu anak yang belum berbicara, belum pandai berkomunikasi meskipun dengan menggunakan bahasanya sendiri - menangis. Justru, orang yang tidak memahami bahasa orang lainlah yang dikira tidak pandai berkomunikasi. Sesungguhnya orang tualah yang tidak pandai berkomunikasi kerana tidak faham bahasa anaknya.:siga:

Untuk mengungkap keinginan, rasa takut dan rasa sakit yang ada dalam dirinya, anak menyampaikan dengan cara menangis. Seandainya dia sudah pandai berbicara seperti orang tuanya, mungkin dia pun akan berbicara. Juga sekiranya keinginannya terpenuhi, tiada rasa takut dan sakit, pastinya dia tidak akan menangis.:waaah:

Mama...!
seandainya kami tidak diiming-iming suatu harapan,
pasti kami tidak punya keinginan,
seandainya keinginan kami terpenuhi,
pasti kami tidak akan menangis
kami menangis kerana kami tidak pandai berbicara,
kami menangis kerana itulah satu-satunya bahasa kami.
seandainya mama memahami kami,
tentunya kami berhenti menangis.

Kado Buat Mama

Posted by ummu_abdullah on Friday, May 16, 2008 , under | Komen (5)



Bismillah, walhamdulillah, dengan nama Allah yang HAQ, pastinya Dia tak pernah luput menilai hamba-hambanya. Buat murobbi Agungku tercinta, Rasulullah saw yang seringkali ingat tak pernah lupa pada umatnya, juga para salafussoleh... akhwat wa ikhwah fillahros... Kekuatan yang lahir dengan ketenangan dalam menempuh segalanya, pastinya disalurkan oleh allah subhanahuwataala. Ujian dan cubaan itu pasti, itulah tarbiyah agung dari Allah yang Esa. Bila terlihat wajah suci yang masih dalam pelukan mimpi indah:sleep:, terkenang pula setiap saat melalui zaman di awal nikah sehingga punya seorang permata hatirindu... erm, bukan mudah rupanya menjadi seorang UMMI :woooh:yang terbaik bagi seorang Mujahid Mudalove. Itsar, Tadhiyah, Ikhlas, semuanya berpadu dalam membentuk seorang mujahid yang thabat dan tegar dalam segala hal. Mampukah aku menjadi seperti yang dinyatakan. Sebenarnya baru baca buku 'KADO BUAT MAMA' . Terasa sangat-sangat terharu dan tercabar. ingin sekali aku praktikkan semuanya... PASTI!!!. Just nak share tentang buku ni.
"Dan ketahuilah....!, bahawa hartamu dan anak-anakmu itu hanya sebagai cubaan dan sesunggunya di sisi Allahlah pahala yang besar". (8:28)

Seorang anak yang masih kecil dang 'fragile' masih mengharapkan segalanya dari ummi dan abinya.peace
Inilah luahan hati mereka, anak kecil....


1. Kami adalah Makhluk yang Lemah

'Mereka... anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan' (4:98)

'makanan yang mama sajikan,
waktu tidur yang mama jadualkan,
dan cara etika yang mama inginkan,
tidak menutup kemungkinan,
jika tidak sesuai dengan kemampuan dasar kami.
Pada akhirnya membuat mama jadi marah,
Kami pun tidak mengerti mengapa mama marah,
Apa lagi jika kami merengek-rengek pada saat kami jatuh sakit,
Padahal satu-satunya bahasa yang dapat kami ucapkan adalah manangis"

a) Gigi susu Tidak Sekuat Geraham

'Kami masih kanak-kanak sementara mama sudah dewasa,
ukuran perut kita berbeza, mama!
Apakah mama memahami ukuran tanki minyak bus sama dengan tanki minyak motorsikal?
Jika menurut mama berbeza,
Apakah harus sama jadual mengisi minyaknya?,
Kerana itu kami tidak perlu menggelengkan kepala
ketika mama menawari kami makan,
jika mama menawarkannya tepat pada waktunya.'

Mungkin juga si ibu menyesal dengan tindakan anak yang memuntahkan makananya ketika makan bersama keluarga lalu bertaburan sisa-sisa makanan di atas meja. Boleh jadi perilaku iti mengurangi selera makan sesiapa yang melihatnya.takbole

"Tapi mama...!!!"

"tahukah mama,
bahawa mulut kami baru saja melepaskan ketergantungannya pada ASI,
dan mulut kami tidak sekuat mulut mama dan papa,
sepotong duri sebesar rambut pun kami belum mampu mengunyahnya.
Kami pun belum banyak belajar tentang tatacara di meja makan,
yang kami tahu menurut naluri kami,
jika ada yang tidak mengenakkan mulut kami,
kami harus cepat memuntahkannya.
Seandai saja mama pandai menghidangkan makanan,
yang sesuai dengan mulut kami,
pasti dengan mudah kami menelannya.

"Geraham kami belum sanggup mengunyah makanan mama,
Walaupun kita sama-sama punya gigi,
namuan ternyata fungsi dan kekuatannya sangat jauh berbeza,
Hanya enzim yang ada di mulut kamilah yang membantu kami menyerap gizi dari makanan,
sehingga kami pun menelannya.nangih

Kami juga belum pandai menyuap sendiri,
kerana otot jemari kami belum begitu lentur,
sekadar untuk memegang senduk dengan betul pun kami tidak berjaya,
apalagi senduk itu terisi nasi dan harus dihantarkan ke mulut.
Berceceran, berserakan lebih banyak daripada jumlah nasi yang tertelan, KAMI mmg lemah,
kerana itu, tidak usah marah bila menyusahkan.

Makanan bergizi seharusnya kami utamakan,
Tapi kami tidak tahu makanan apa yang bergizi.
Kami dilahirkan sebelum melalui kursus pemakanan,
Makanan bergizi yang kami tahu adalah yang enak menurut kami,
kerana itu, ais dan coklat sangat memikat selera kami,
Masalahnya, jika itu terlarang bagi kami,
mengapa tidak berlaku pada mama dan papa?...
bukankah kami hanya boleh meniru...? sengihnampakgigi"

video
b) Tolong Kenali waktu Tidur Kami

Main-main, makan dan tidur, itulah jadual seharian mereka. tidak akanada sehari yang berlalu tanpa bermain. Seolah itu adalah slogan sehari-harinya... Tidak ada yang sanggup menghentikan waktu bermainnyakecuali paksaan orang tuanya dan rasa mengantuk sendiri. Bila datang rasa mengantuk, biar dimana pun, bilapun mereka merebahkan badan.

Waktu tidur orang dewasa boleh jadi belum sama dengan waktu tidur mereka. Sama halnya dengan membangunkannya. Tergantung kepada Seni Menidurkan anak. Pasti Ibu punyai seni itu. Cuma sedikit kesabaran diperlukan. Namun waktu tidur, boleh jadi si anak 'kencing malam'. jika mereka masih kecil bayi, ibu masih boleh bersabar, namun jika sudah besar dan sudah ke tadika, pastinya ibu pun berang dengan habit buruk mereka. Hal inilah yang menakutkan mereka dan rasa bersalah meliputinya.

"Ah, gara-gara mimpi buang air kecil, habis basah tempat tidurku,
pasti mama marah,
Padahal jika mama tahu bahawa kwjadian itu di luar kesedaranku,
tidak disengaja...;
mengapa mama mesti marah?"

Kejadian serupa berulang-ulang, sering ibu marah pada mereka. Sehingga mereka gelisah dan berdoa saat tidrnya...

"Ya... Allah...!
jangan beri lagi aku mimpi seperti malam kelmarin,
aku takut menemui esok pagi,
dihadiahi kemarahan mama"

nantikan sambungannya....


Mujalasatus Solihin Penjaga Amalan

Posted by ummu_abdullah on Friday, May 2, 2008 , under | Komen (0)



BY: Munzir Sayuti (abu huzaifah)

Imam haris al-muhasibi di dalam kitabnya, Risalah Mustarsyidin berkata: Jangan kamu bergaul kecuali dengan orang-orang yang berakal dan bertaqwa, dan jangan pula kamu duduk kecuali dengan orang-orang yang berilmu dan berpandangan jauh. Nabi s.a.w pernah ditanya, siapakah orang yang perlu kami dampingi? Rasulullah pun menjawab: mereka yang apabila kamu melihatnya akan mengingatkan kamu kepada Allah, apabila kamu mendengar ucapannya bertambahlah ilmu kamu dan amalannya akan mengingatkan kamu kepada akhirat.

Renungkanlah saudaraku,

Adakah sahabat dan rakan di sekeliling kita mempunyai ciri-ciri seperti yang diungkapkan oleh baginda Rasululllah s.a.w? tidak adakah di sisi kita saudara yang boleh memberi manfaat atau faedah kepada diri kita. Ungkapan atau sikap rakan yang bagaimanakah kita dampingi selama ini?... Mari kita sama-sama meneliti bagaimana para salafussalih mendampingi seseorang. Mereka ini ialah orang yang mendampingi para solihin, ‘ubbad dan zuhhad.

Ada
seorang salaf mengatakan: “Jika aku merasakan kekesatan hati, maka aku akan segera pergi melihat wajah Muhammad bin Wasi’.” Ibnul mubarak juga mengatakan: “Jika aku melihat wajah Fudhail bin Iyadh, aku biasanya menangis.”

Saudaraku,

Begitulah amalan orang-orang soleh terdahulu. Bagi mereka, bertemu dengan saudara yang soleh memberi bekal kekuatan iman membangkitkan rohani jiwa mereka. Memang demikianlah yang terjadi. Kita mudah sahaja menginjakkan kaki ke tempat yang berfaedah, mudah sahaja melihat perkara-perkara yang haram, mudah sahaja menerima ajakan-ajakan rakan bersiar-siar. Tetapi amat sukar menghadiri majlis-majlis ilmu dan halaqah peningkatan iman. Ingatlah bahawa sesuatu binaan mudah untuk diruntuhkan tetapi amat sukar membangunkannya. Bangunan itu juga sukar jika dibina bersorangan tetapi menjadi mudah jika ia dibangunkan secara beramai-ramai.

Rujukan:

1- tuhfatul ulama’ bi tartib siyar a’lam nubala’

2- aspek-aspek tarbiyah dalam harakah islamiah

3- risalah mustarsyidin lil muhasibi

4- berjuang di dunia mengharap pertemuan di akhirat – Muhammad nursani