Twitter

TIDUR YANG BERLEBIHAN

Posted by ummu_abdullah on Thursday, July 31, 2008 , under , | Komen (0)



    Tidur yang berlebihan dan terlalu banyak akan mengakibatkan hati mati, badan terasa berat, waktu terbuang sia-sia, suka lupa dan malas. Kerananya ada tidur yang dimakruhkan dan ada tidur yang berbahaya, tidak membawa kemanfaatan bagi badan. Tidur yang bermanfaat adalah tidur ketika betul2 rasa sangat mengantuk. Tidur di permulaan malam lebih bermanfaat daripada tidur di akhir malam. Tidur di pertengahan siang lebih baik daripada tidur pada waktu pagi dan petang.

    Setiap kali tidur yang mendekati pagi dan petang hari, maka potensi kemanfaatannya sangat minimum sementara potensi kemudharatannya sangat besar, terutama tidur pada waktu asar dan pada waktu pagi. Dimakhruhkan seseorang untuk tidur setelah selesai solat subuh dan matahari terbit. Kerana saat ini merupakan permulaan siang, kuncinya siang, waktu turunnya rezki, waktu pembahagian rezki dan turunnya keberkahan. Oleh kerana itu, cubalah sedaya mungkin untuk elak daripada tidur pada waktu tersebut, kecuali terpaksa sangat.

    Jadi, tidur yang normal dan yang baik adalah tidur pada separuh malam yang pertama dan seperenam dari malam yang terakhir yaitu sekitar sesudah solat isya’. Ini tidur yang normal menurut para doktor.

    Selain itu, tidur yang tidak baik adalah tidur pada permulaan malam, menjelang matahari terbenam. Rasulullah melarang tidur pada saat tersebut.

    Banyak tidur hanya menyia-nyiakan usia hidup, meninggalkan solat tahajjud, menyebabkan watak tumpul dan keras hati. Padahal umur merupakan harta manusia yang paling berharga. Sementara itu, tidur juga boleh menyebabkan kematian. Kerananya, banyak tidur dapat mengurangi umur, juga mengurangi keutamaan tahajjud. Orang yang banyak tidur pasti banyak meninggalkan solat tahajjud. Sekalipun dia tetap dapat melaksanakannya, maka dia tidak akan dapat merasakan manisnya ibadah.

    Jadi, banyak tidur itu dapat melahirkan banyak kerosakan. Sebaliknya, menahan tidur bahkan tidak tidur juga dapat melahirkan kerusakan yang lain yang lebih besar. Hal ini menyebabkan caikan tubuh tidak baik dan kering kontang, jiwa tidak stabil dan kelembaban yang mengarah kepada pemahaman dan aktiviti mengalami kekeringan. Carilah masa untuk rehat(tidur) seketika sekiranya tiada kesempatan untuk mtidur pada malam hari. Lebih baik tidur di waktu pertengahan siang seperti yang dinyatakan tadi.

    Memang alam maya ini ditegakkan atas prinsip keadilan (keseimbangan). Maka, barangsiapa berpegang dengannya, bererti dia telah mengambil sebahagian daripada gudang-gudang kebaikan. Allah adalah tempat kita meminta pertolongan. Oleh itu wahai ukhti fillah, hendaklah istirahat dengan cukup, pada waktu-waktu yang tepat untuk istirahat. Akan tetapi tidak layak untuk berlebihan dalam tidur, sehingga kegiatan dakwah ditelantarkan dan berkurang frekuensinya keranya banyaknya tidur.

Ambillah manfaat darinya, berusahalah untuk memperbaiki sisi kelemahan diri dan orang lain. Jangan Tanya kenapa orang tak berbuat, namun tanyalah mengapa diri tak memulai… wallahua’lam…

Rujukan:

KEAKHWATAN 4, Tarbiyah Ruhiyah, Cahyadi Takriawan dan Wahid Ahmadi.
m/s 202-204

UMAT SEDANG TIDUR...

Posted by ummu_abdullah on Tuesday, July 29, 2008 , under | Komen (3)



Hujung minggu lalu, ana baru enghadiri durah bertema, GHAZWUL FIKR. Satu topik yang amat penting dalam memahami situasi umat ketika ini. Pengisian demi pengisian, terasa seperti dibakar-bakar semangat untuk mengerakkan da’wah, walaupun telah lama menyedari umat sekarang sedang syik dibuai mimpi indah, sehinga tidak sedar api ayng marak sedang menghampiri dengan sangat cepat. Pada suatu ketika, peringatan demi peringatan sangat penting walaupun diceritakan berkali-kali. Sedangkan ayat-ayat Al-Quran diulang berkali-kali. Di akhir pengisian, pengisi menyentuh hal yang sepatutnya semua orang tahu, namun sedikit sekali dari peserta yang tahu. Cuma tahu tajuk besar, namun tidak tahu isi kandungannya. THE ELDEST PROTOCOL OF ZIONIS. Ana tahu serba sedikit tentang kandungannya kerana pernah diterangkan oleh pengisi pada suatu masa. Maklumlah, zauj yang mengisi. =)

Seperti mencurahkan air pada api yang baru menyala. Lenyap segala impian. Terasa usaha yang dilakukan hanya sia-sia. Manakan tidak, mereka(zionis laknatullah) merancang sesuatu yang sanagt besar dan sangat teliti. Malah hampir 80% usaha mereka telah membuahkan hasil. Keadaan semasa sudah lama berada dala sistem yang mereka ciptakan. Baik dari sudut ekonomi, pendidikan, politik sehingalah cara hidup kita sesudahnya. Biar tebal iman di dada, namun sistem ini tetap diikuti. Apa tidaknya, bank yang selalu kita kunjungi untuk melaburkan wang sahaja telah mengikut sistem mereka. Malah sistem pendidika yang kita ikuti juga telah lama berada di bawa sistem mereka. Sebagai contoh, perancangan mereka yang telah brjaya: “menjadikan islam sebagai matapelajaran untuk dibahas sehingga tiada kesudahan.” Bukankah ini yang berlaku pada masa ini?
Di akhir pengisian, pengisi kedua memlakan perbicaraannya. Alhamdulillah, api yang disiram tadi kembali membakar dan membara apabila beliau menekankan tentang ayat 2:120-121.


“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak sekali-kali akan bersetuju atau suka kepadamu (wahai Muhammad) sehingga engkau menurut ugama mereka (yang telah terpesong itu). Katakanlah (kepada mereka): "Sesungguhnya petunjuk Allah (ugama Islam itulah petunjuk yang benar". Dan demi sesungguhnya jika engkau menurut kehendak hawa nafsu mereka sesudah datangnya (wahyu yang memberi) pengetahuan kepadamu (tentang kebenaran), maka tiadalah engkau akan peroleh dari Allah (sesuatupun) yang dapat mengawal dan memberi pertolongan kepada mu.

Orang-orang yang Kami berikan Kitab kepada mereka, sedang mereka membacanya dengan sebenar-benar bacaan (tidak mengubah dan memutarkan maksudnya), mereka itulah orang-orang yang beriman kepadanya; dan sesiapa yang mengingkarinya maka mereka itulah orang-orang yang rugi.”


Jelas sekali, hanya kembali kepada al-Kitab, kita mampu mengubah segalanya. Kerana secara tersiratnya, bukan kita yang mengubah sesuatu, namun Allahlah yang melakukan segalanya. Membaca al-Quran dengan sebenar-benarnya membawa maksud mentadabbur sekaligus beramal dengan ayat tersebut. Itulah yang dimaksudkan oleh ibnu Kathir. Meang benar, jika Allahlah tujuan utama kita, maka setiap perkara yang kita lakukan pastinya selari dengan kehendaknya.

HOMESCHOOLER

Posted by ummu_abdullah on Sunday, July 20, 2008 , under | Komen (0)



JUST NAK SHARE... MY FAV LIST... Ambillah yang bermanfaat darinya... sangat menarik...



WHI: SEKOLAH DI RUMAH (HOMESCHOOLER)




WHI: SEKOLAH DI RUMAH (HOMESCHOOLER)



You Just imagine... betapa tingginya semangat mamafiza dalam mendidik anak... HOW NICE, ANAK DIE BACA DOA DULU B4 READING =)

Ujian Yang Tak Pernah Luput

Posted by ummu_abdullah on , under , | Komen (0)



Berhadapan dengan hamparan ujian yang tak pernah luput... Allah, hanya padamu aku berharap... hanya padamu aku mengharapkan perubahan itu...



Seorang insan kerdil memohon ampun dan maaf kepadaMU, diri yang hina ini terasa benar2 teruji dengan situasi ini...



Allah... Allah... Allah...

Berilah kami jalan keluar yang tidak perlu kami mengharapkan sesuatu dari seorang insan...



Setiap manusia yang mengaku dirinya seorang Mu'min dan muslim pastinya tidak dapat lari dari ujian dan cubaan yang datang menerjah ke ruang hidup... Tarbiyanh langsung dari Allah ini bukan sekadar yang kita sangkakan... malah tarbiyah ini mengajar erti kepayahan, kesusahan dan keperitan dalam kehidupan... Namun dengan Yakin Allah memberi penghidupan abadi di akhirat kelak...



Biar seluas hamparan dunia menghimpit kalbu ini, aku pasti akan tetap menapak di jalan yang sukar ini... Dengan secebis harapan buat diriku dang segunung pengharapan dari Yang Maha Mengetahui... Aku tak pernah sekali mengeluh dengan ujian ini, aku cuma mengharap pengakhiran yang terbaik di hujung hidup ini... dengan tarbiyah Allah ini, mudah-mudahan aku menjadi lebih memahami erti kepayahan dan kesusahan,...



Allah, bantulah kami... peliharalah kami dalam asma'mu... Rindu padaMU ya ALLAH....

Kekuatan Itu Dari ALlah

Posted by ummu_abdullah on Thursday, July 10, 2008 , under | Komen (2)



bismillah walhamdulillah...



Tiada yang lebih baik untuk dipuji melainkan yang haq menerimanya... Allah, x pernah luput dari hatiku akan diriMU yang sering menjaga, mendidik dan mentarbiyah kami sekeluarga. Dalam memulakan langkah yang semakin hari semakin sukar, terkadang keletihan mula menjelma. Namun tatkala hati teringatkan anak, mata merenung jauh wajah lesunya yang asyik dibuai mimpi. Jika bukan kerana khadijah yang menenangkan Rasulullah, ke mana lagi tempat Baginda melepaskan ketakutan ketika itu. Kupandang wajah zaujku yang tergambar ketenangan. Jadi, apakah mungkin aku terasa letih dengan mereka berdua yang banyak memberi ilham dan sokongan? Sama sekali tidak. Keletihan yang hanya datang menjenguk diri, agar tak terus berlari sehingga melupakan diri yang perlu di 'sucikan' dari dosa-doa kecil yang kadang dianggap kosong oleh nafsu.
"
Rinduku pada mad'u2 msih belum terubat. Sejak kebelakangan ini, aku banyak di rumah memandangkan cuma sehari dua saja lagi kami akan menetap di rumah ini. (Zauj dah abis Praktikal), banyak pula yang perlu dikemaskini. Aku mohon padaMU ALlah... Peliharalah mad'u2ku dari gangguan syaitan dan orang yang berpenyakit dihatinya. Semalam, terserempak dengan mad'u lama. Ya Allah, kenapa perasaan itu datang. terasa sangat rindu, sangat terharu dan perasaan yang berbaur. Sedih juga... krn dia telah menarik diri daripada ta'lim yang pernah dihadirinya satu ketika dahulu. namun, kami masih lagi mesra. Pernah dia mengutarakan kepada rakan sekelasku yang dia sedikit terkilan sewaktu selisih denganku, tapi, aku tidak memandangnya langsung, sedangkan dia sangat mengharapkan balasan senyuman yang dihulurkannya. Seperti Kilat mberdentum aku dibuatnya. Mungkin pada ketika itu, aku dalam keadaan emosi kerana beberapa masalah yang sedang difikirkan.

Orang melihat kita. Orang lain menilai kita. Teringat pula cerita Allahyarham Syeikh Tarbiyah, Ustaz KH rahmat yang meninggalkan banyak kisah yang menyentuh hatiku...

Hari ini, aku bercadang ingin menziarahi mereka yang mengharap kedatanganku. Moga tiada lagi halangan untuk ke sana. Aku cuma boleh merancang sesuatu yang belum pasti. Namun kekuatan yang Allah berikan pasti akankulaksanakan jua...
Amin...

Demi Allah yang Maha Esa, Tidak disediakan jalan mudah menuju cintaNya, Cuma terkadang iman yang disangka bertapak di jiwa, hakikatnya masih disaluti dengan dosa2 yang dianggap kecil oleh nafsu, Tertipulah diri andai tiada hidayah dan kasih sayang Allah pada diri yang terasa semakin jauh darinya, Ya ALlah, Rezkikan aku CintaMu, Cinta orang yang mencintaiMu, Dan cinta pada amalan yang mendekatkan aku padaMU. Moga terus kekal pada jalan dakwahMu ini, Moga Iman yang disemai biza mendatangkan rahmat, sakinah. Agar damai hadir pada setiap tindakan demi secebis redhaMU.