Twitter

Sibuk Sangat Ke?!

Posted by ummu_abdullah on Saturday, June 27, 2009 , under , , | Komen (4)




Bismillah walhamdulillah.

Lama betul tak update. Sibuk? Agak sibuk juga bila mula berbisnes. Risau juga anak-anak terlepas pandang, tapi alhamdulillah masih dalam kawalan.

Banyak perkara yang dilalui, Kastam, Hospital, SRT dan sebagainya. Tak habis jika dicoretkan di sini.

Artikel terbaru daripada blog Anakku Sayang (baru berpindah daripada blog Pendidikan Awal) adalah tentang aktiviti bercerita bersama anak-anak. Apa yang menjadi rutin saya dan Abdullah, adalah bercerita sebelum tidur. Cerita apa? Cerita benda yang sama saja. Balik-balik cerita raja Abrahah, Nabi Ismail dengan Air zam-zam, Nabi Ibrahim musnahkan patung/berhala, Nabi dibelah dada, dan cerita-cerita hikayat lain. 2-3 minggu boleh la cerita sampai habis. Bila dah dekat sebulan ulang benda yang sama, memang menguap la.

Memang cerita yang diulang-ulang sangat disukai kanak-kanak. Malah mereka tak bosan. Apa yang berlaku sekarang adalah ummi akan melalut-lalut cerita tunggang terbalik, Abdullah pun mula tanya, "umi cakap apa?". Maksudnya ummi dah tidur la tu Abdullah. Jawapan biasa, "jom lah kita tidur, dah lewat". hehe.. =)

Atau yang berlaku juga sekarang ni adalah buka laptop, tengok sendiri cerita (katun) sampai tidur. huhu...

Niway, ambillah yang baik. Bercerita pada anak memang dapat membina ikatan yang sangat baik. Dan juga membina gaya bahasa anak kita. Alhamdulillah... >''<

Anakku Sayang Online Shop

Posted by ummu_abdullah on Wednesday, June 24, 2009 , under | Komen (0)



Assalamualaikum wbt,
Kami dengan rendah hati menjual Cloth Diapers, barangan mainan kanak-kanak, dan barangan keperluan ibu dan anak di anakkusayang.com

Sebarang komen tentang design atau penggunaan laman web ini dialu-alukan.


Antara produk yang ditawarkan adalah :



Bagi yang nak mintak kami buatkan e-store kami menyediakan perkhidmatan tersebut pada kadar promosi. Maklumat lanjut juga di
anakkusayang.com

PROMOTION!!!

Posted by ummu_abdullah on Wednesday, June 10, 2009 , under , | Komen (1)



  
*KLIK LOGO UNTUK KE SAFE ONLINE SHOP*

Sempena pelancaran Safe Online Store, saya mengajak semua rakan-rakan untuk menyertainya dan senanglah kiranya untuk membeli produk-produk yang disediakan.

Buat masa ini, hanya ada CD sahaja. Dan produk-produk menarik akan tiba minggu hadapan, InsyaAllah. 

Jangan lepaskan promosi pelancaran Safe Online Shop!!!

5 pcs CD + 10 inserts

RM180

Tinggalkan Jahiliyah

Posted by ummu_abdullah on Tuesday, June 9, 2009 , under | Komen (0)



Bismillah walhamdulillah...

Ijlis bina', nu'min sa'ah
 

Rasanya dah lama tak post artikel-artikel sebegini. Ketika mendengar satu pengisian seorang ikhwah yang divedeokan, barulah terasa hati ini kembali bernafas dengan helaan iman. Benar, iman memicu setiap pergerakan kita. Kualiti iman menjamin kehidupan yang sangat tenang. Bila diri mula lupa membaca ayat-ayat Allah , iman mula kegersangan. Hidup mula tidak teratur. Astaghfirullah...

Kemudian ku adaptasikan tulisan di eramuslim, agar sama-sama diperingatkan dengan "ayat-ayat cinta"... InsyaAllah...


Tahun demi tahun telah berlalu. Umur telah mencecah usia dewasa.Adakah Kita telah melakukan muhasabah perjalanan hidup kita, selama setahun yang lalu, apakah lebih berat timbangan kebaikannya, atau lebih berat timbangan keburukannya?

Umur kita akan terus bertambah dan semakin mendekati waktu-waktu kematian. Kematian adalah kepastian. Tidak ada suatu makhluk pun di muka bumi yang selamat daripada kematian. Dan manusia harus bersiap-sedia menyongsong kehidupan baru, yang lebih lama, lebih panjang, kekal, selama-lamanya, iaitu kehidupan akhirat.

Dalam kehidupan ini kita akan memilih. Kita memilih kebahagian di dunia atau memilih kebahagiaan di akhirat? Atau kita memilih kedua-duanya, seperti dalam doa yang selalu kita ucapkan: “ Ya Rabbi, anugerahilah aku kehidupan di dunia yang bahagia, dan kehidupan di akhirat yang mulia”. Inilah jalan para anbiya’ (nabi), khulafaur rasyididn, dan para generasi shalaf, yang senantiasa mencintai Rabbnya, dan tidak pernah berpaling selama-lamanya dari-Nya. Generasi ini yang terus menapaki kehidupan dengan segala amal kebaikan.
Mereka sentiasa menolak dengan tegas perbuatan yang bathil dan fasad, yang dapat menjerumuskan diri mereka kedalam bencana. Ghirahnya (semangatnya) terus menyala-nyala, tak pernah padam, selalu marah ketika melihat segala penyimpangan, penolakan manusia atas segala ajaran-Nya, dan tidak pernah mahu menerima segala bentuk kekafiran, kemusyrikan, dan kemunafikan. Karena, sifat-sifat itu, tidak layak dimiliki oleh orang-orang yang sentiasa bertaqwa kepada Rabbnya. Sifat-sifat itu yang sangat dibenci oleh Allah Azza Wa Jalla.

Tapi, kita memasuki kehidupan moden, yang penuh dengan tarikan dunia, yang senantiasa menggoada manusia menjadi lalai. Manusia tidak ingat akan datangnya kematian. Kehidupannya terus disibukkan dengan berbagai cita-cita dan angan-angan, yang tak pernah habis-habis. Sampai datangnya hari tua, dan kematian merenggutnya. Adakah penyesalan? Segalanya telah terlambat. Segala penyesalan tidak ada gunanya.

Seperti halnya, Fir’aun, yang saat ditenggelamkan di laut Merah, baru menyadari kemahakuasaan Allah Rabbul Jallal. Apakah sifat dan sikap manusia seperti itu? Datangnya kesadaran selalu terlambat. Datangnya penyesalan selalu terlambat. Ketika manusia sudah memasuki kehidupan di akhirat, dan masing-masing harus mempertanggungjawabkan kehadapan sang Khaliq, selalu mereka mengatakan, ketika di dunia belum mendapatkan keterangan tentang hakikat al-haq.

Bagaimana nasib manusia hari ini yang sentiasa menggantungkan hidupnya kepada materi, harta? Ketika krisis datang dan menghampiri mereka, maka mereka banyak yang merasa kehilangan keseimbangan, merasakan kehampaan, dan kehilangan motivasi, serta semangat hidup. Kesalahan yang mendasari manusia moden adalah menjadikan benda sebagai sembahan, dan makhluk sebagai sembahan juga.

Kehidupan moden sekarang ini, tak ubahnya seperti ketika kehidupan pada masa lalu, pada masa Nabi Ibrahim 'alaihis salam, mereka menyembah patung-patung, benda, matahari, rembulan, dan sesama manusia, yang mereka kira dapat memberikan manfaat bagi kehidupan mereka. Sama antara jahiliyah di masa lalu dengan kehidupan di zaman sekarang. Mungkin hanya suasananya yang berbeza.

Manusia moden yang sangat berkecenderungan pada kehidupan materialisme, hanya menghabiskan seluruh waktu dan umurnya, mengumpulkan materi dengan bekerja. Waktunya, dari pagi hingga malam, hanya digunakan bekerja. Tujuannya mendapat materi. Lalu, mereka bersenang-senang, mengunjungi tempat-tempat hiburan, cafe, hotel, tempat peranginan, dan segala yang berbau ‘luxury’, yang dapat memberikan kenikmatan bagi kehidupan mereka.

Manusia betul-betul sebagai pemuja kenikmatan. Kenikmatan kehidupan di dunia, yang sengaja mereka ciptakan sendiri. Seakan mereka berkekalan atas segala kehidupan di dunia, yang tak pernah bakal berakhir. Mereka adalah orang-orang yang memanipulasi kehidupannya sendiri, membodohi kehidupan sendiri, dan akhirnya mereka menjadi korban dari pilihan hidup mereka sendiri. Mereka mengejar fatamorgana, yang mereka sangka sebagai kehidupan yang nyata.

Ketamakan manusia moden dalam menggunakan materi, dipertontonkan dengan telanjang oleh masyarakat Barat. Mereka menghabiskan sumber daya alam dari negara-negara Dunia Ketiga, yang sengaja diekploitasi habis-habisan, harta benda mereka dikeruk di bawa ke Barat, dan mereka menikmati. Mereka membiarkan kehidupan yang sangat menyakitkan bagi rakyat di Dunia Ketiga, yang miskin papa, dan tidak memiliki apa. Bahkan, masyarakat Barat, sengaja mewarwarkan kemiskinan dan ketidakadilan, dan hancurnya sendi-sendi kehidpan di dalam masyarakat. Semua itu, tak lain adalah akibat orientasi masyarakat modern yang sangat menuhankan materi.

Seperti dikatakan oleh Sayid Qutb rahimahumullah, yang mengatakan masyarakat moden, nantinya akan menghadapi kehancuran akibat budaya jahiliyah yang mereka bangunkan. Ibn Taimiyah berpendapat, ‘Sebuah negeri dikatakan sebagai daarul kufri, daarul iman atau daaru fasik, bukan karena hakikat yang ada pada negeri itu, tetapi karena sifat para penduduknya’. Maka, bagaimana kehidupan masyarakat itu, yang akan menentukan status sebuah negeri. Apakah negeri itu daarul kufri atau daarul iman? Kalau kehidupan jahiliyah yang mendominasi kehidupan mereka, maka layak saja sebuah negeri mendapatkan status sebagai : ‘daarul kufri’, meskipun penduduknya sebagian besar adalah muslim.

Marilah kita tinggalkan kehidupan jahiliyah yang penuh dengan dosa dan maksiat, dan kita gantikan dengan kehidupan yang lebih menuju jalan yang diridhai oleh Allah Azza wa Jalla. Mari kita masuki hari baru ini dengan memperbaharui tekad dan niat menuju jalan yang telah ditentukan oleh Allah Ta’ala, jalan Islam. Wallahu ‘alam. 

Diadaptasi daripada eramuslim.com.


Map, Build 3D View

Posted by ummu_abdullah on Saturday, June 6, 2009 , under , | Komen (4)




Minggu ini semua aktiviti Abdullah agak sedikit yang berjaya dilaksanakan. 2-3 hari, Abdullah demam panas. Diam aje, terbaring... *cian*
Saya mengambil inisiatif pertama untuk develope 3D view dalam pemikiran si anak dengan memperkenalkan pelan rumah kepadanya. Lukiskan pelan rumah bersama anak, ketika itu, otaknya ligat berpusing. Meneka dan berfikir apakah yang ada di sebelah bilik, bawah tangga, dan luar rumah.
Dengan cara yang mudah ini, kita dapat membentuk 3D view dalam otak kanak-kanak dengan berperingkat dan akan diteruskan sehingga mengenal peta dunia yang lebih kompleks.
____________________________
Aktivitinya bersama tokwan tetap berterusan. Thanks again tok wan. Pancing ikan lagi....